Restorasi Spirit Pemuda Ikmamadina

Restorasi Spirit Pemuda Ikmamadina

Oleh : Khalil Gibran Syaukani

Masih ingatkah kita dengan sumpah pemuda? Masih ingatkah kita siapa yang mendesak akan kemerdekaan bangsa ini? Mungkin bisa dikatakan sumpah pemuda menjadi momentum yang menandai awal pergerakan anak muda di bangsa ini. Momentum tersebut mewarnai geliat gerakan anak muda yang terus diceritakan sepanjang masa sebagai semangat pergerakan anak muda.

Ketika “The Founding Father” kita Bung Karno dalam pidatonya mengatakan “Berikan saya sepuluh pemuda akan ku goncangkan dunia ini”. Kalimat tersebut bermakna betapa pentingnya sosok pemuda di mata Bung Karno dalam memajukan suatu bangsa, karena tolak ukur majunya suatu bangsa  berada di tangan anak mudanya.

Istilah pemuda biasanya dikategorikan untuk orang yang berusia 15-35 tahun yang tengah mengalami masa transisi dari anak – anak menuju dewasa. Undang-undang kepemudaan No. 40 Tahun 2009 menyebutkan: “Pemuda adalah warga negara  indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16-30 tahun”.

Ketika kita kaitkan umur dengan pergerakan anak muda dalam berorganisasi, maka ada beberapa kategorinya :

1. Usia 15-17 tahun biasanya organisasi yang digeluti berada di lingkungan sekolah, seperti Osis atau Pramuka, orientasi dari gerakan Osis atau Pramuka hanya untuk lingkup sekolah saja. Sehingga Kegiatannya pun harus mengikuti visi dan misi dari sekolah. Impelementasi dari Osis atau Pramuka adalah membangun karakter seorang anak didik, membentuk leadearship, disiplin, serta pengajaran terhadap nilai-nilai Agama seperti ahklaqul karimah, sopan santun, dan lain-lain.

2. Usia 17-23 tahun biasanya anak muda sudah memasuki ranah kampus. Organisasi yang diikuti pun berada dalam lingkungan kampus baik itu BEM Universitas maupun Jurusan. Akan tetapi tidak sedikit juga yang mengikuti organisasi eksternal kampus, misalnya : HMI, PMII, IMM, GMNI maupun Organisasi Primordial lainnya. Kecenderungan pergerakan organisasi mahasiswa biasanya bergerak dalam bidang penguatan intelektual dan memperluas khazanah keilmuan. Pemuda dalam lingkup kampus mendapatkan berbagai metode penelitian dan pengembangan sehingga mahasiswa bisa menjadi “agent of change” dalam memajukan pembangunan pendidikan. Sehingga menjadi penyambung lidah masyarakat. Tidak kalah penting, organisasi eksternal kampus juga berperan dalam membentuk sikap kritis mahasiswa dan kajian terhadap isu- isu kontemporer dalam sosial masyarakat.

3. Usia 21-40 tahun biasanya mengikuti organisasi kepemudaan, seperti KNPI, Pemuda Pancasila, Karang Taruna dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Orientasi dari pergerakan organisasi ini lebih kepada gerakan sosial kemasyarakatan, misalnya bantuan Pangan,  sunatan massal, seminar mengenai kepemudaan.

Melihat pergerakan organisasi melalui batasan umur , maka saya akan lebih spesifik membahas kategori kedua  gerakan organisasi anak muda mulai usia 17-23 tahun.

Ketika kita berada di bangku kuliah, maka kita tidak akan lepas dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ada tiga konsep dasar Tri Dharma Perguruan Tinggi : “Pertama Pendidikan. Kedua Penelitian dan Pengembangan, dan ketiga Pengabdian kepada masyarakat”.

1. Pendidikan

Pendidikan merupakan suatu hal yang tidak dapat di pisahkan dari kita sebagai generasi muda, karena pendidikan merupakan salah satu pilar pembangunan bangsa ini. Pendidikan bukan hanya didapat secara formal seperti sekolah, Universitas, Namun bisa juga non-formal seperti pelatihan dalam suatu organisasi. Jika pendidikan hanya diartikan secara formal maka pendidikan terlalu kaku untuk diinterpretasikan. Akan tetapi, pendidikan non formal melalui organisasi akan bisa membantu pembangunan bangsa yang lebih merata.
Salah satu contoh organisasi non formal yaitu Ikmamadina-Bogor (Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal-Bogor). Ikmamadina-Bogor adalah salah satu organisasi mahasiswa primordial yang berasal dari  Kabupaten Mandailing Natal yang berafiliasi di Bogor, Jawa Barat. Organisasi ini berdiri pada tanggal 30 April 2000, didirikan oleh sekelompok anak-anak muda dengan semangat kebersamaan dalam perjuangan dan pengabdian. Adapun tujuan organisasi ini didirikan adalah sebagai wadah pembinaan dan pengembangan mahasiswa agar menjadi sumber daya yang berguna bagi kemajuan bangsa dan negaranya khususnya daerah Kabupaten Mandaiiling Natal (Madina).

Selama ini  perjalanan pergerakan ikmamadina-Bogor hanya dirasakan oleh Anggotanya dan masyarakat di sekitar Bogor. Untuk itu, Ikmamadina-Bogor diharapkan dapat meningkatkan ekspansi gerakannya sehingga bisa dirasakan oleh semua kalangan terutama masyarakat Kabupaten Mandailing Natal.

Pilar penting dalam membangun manusia adalah melalui Pendidikan. Apabila ikmamadina ingin memfokuskan kemajuan masyarakatnya melalui pendidikan, maka terlebih dahulu mengaitkan dan mengkaji segala aspek yang terjadi dalam masyarakat, baik aspek sosial, ekonomi, politik, dan kebudayaan. Sehingga masyarakat tersadar akan pentingnya suatu pendidikan yang merupakan aset terpenting dalam memajukan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan merupakan dasar utama yang harus terus diperbaiki dan dirancang secara profesional untuk menggapai sebuah kemajuan dalam perkembangan suatu masyarakat. Untuk itu diperlukan usaha dan kerjasama antara Ikmamadina-Bogor dan Pemerintah Daerah, serta peran serta masyarakat berpartisipasi ikut membangun pendidikan yang mampu melahirkan SDM (Sumber Daya Manusia) berkualitas bagi daerahnya.

SDM lahir dari pendidikan yang didapatkan di lembaga sekolah dan luar sekolah, baik secara formal maupun non formal. Pendidikan sudah seharusnya menjadi kebutuhan Primer masing-masing anggota masyarakat secara berkesinambungan dan memiliki pemikiran dalam membentuk  generasi berkualitas di masa akan datang.

Untuk mendukung pemberdayaan pendidikan dalam mengahasilkan SDM berkualitas terdapat beberapa hal yang harus dilakukan bersama-sama dengan pemerintah. Pertama, pemerintah daerah mampu menginovasi dan membuat jaringan bagi proses pendidikan. Kedua, Pemerintah daerah menjamin kesejahteraan guru, sehingga guru bangga dengan profesinya dan bertugas secara profesional. Ketiga, pemerintah daerah tidak mengabaikan anak didik sebagai “bahan” yang harus dipersiapkan menjadi manusia unggul dan qualified yang nantinya akan menjadi motor membangun daerahnya.  Keempat, adanya jaminan lapangan pekerjaan dari pemerintah daerah bagi putra daerah yang berprestasi akademik dan non akademik di kampus untuk ikut mengembangkan daerahnya setelah menyelesaikan studi di kampusnya masing-masing.

2. Penelitan dan Pengembangan

Peneilitian dan pengembangan merupakan kegiatan yang harus di prioritaskan dalam memajukan disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam Penelitian, mahasiswa tidak bisa memisahkannya dengan pembangunan,karena keduanya merupakan unsur yang tidak bisa dipisahkan. Melakukan penelitian atau riset pengembangan terhadap isu sosial yang berkembang di masyarakat merupakan kegiatan yang mesti dilakukan tiap tahun agar kita mengetahui gejolak yang terjadi dalam masyarakat. Penelitian dan pengembangan perlu di kaji secara akademis oleh mahasiswa ataupun organisasi kepemudaan. Salah satu organisasi mahasiswa yang ikut dalam mengkaji gejolak masyarakat tersebut adalah Ikmamadina-Bogor.

Ikmamadina-Bogor sebagai wadah mahasiswa saatnya melakukan  penelitian isu–isu kontemporer yang berkembang di masyarakat baik aspek pendidikan, sosial, kebudayaan, ekonomi, pelanggaran hukum dan sebagainya. Adapun isu yang sering dikaitkan dengan penelitian atau riset adalah  kemiskinan, KKN (korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Untuk itu, Ikmamadina-Bogor perlu melakukan penelitian secara bertahap. Salah satu penelitian yang harus dilakukan dilakukan oleh ikmamadina-Bogor adalah masalah kemiskinan. Ikmamadina dituntut untuk bisa merespon dan menganalisa apakah kemiskinan dinilai sebagai suatu masalah yang sistemik dan menjadi tanggung jawab sosial atau hanya sekedar merespon rasa iba dan belas kasihan?

Ketika melihatnya secara sistemik maka masyarakat menjadi subjek untuk mengatasi masalah tersebut.  Namun ketika memperlakukan dengan rasa iba masyarakat hanya menjadi objek. Layaknya menonton program televisi yang mengedepankan citra dan mengkomoditikan keibaan tersebut.

Disinilah pentingnya Ikmamadina-Bogor melakukan penelitian supaya mendapatkan solusi dari permasalahan kemiskinan yang terjadi di masyarakat. Kepekaan Ikmamadina-Bogor terhadap realitas terjadi di masyarakat dapat meminimalisir permasalahan dan mencari solusi yang terbaik bagi masyarakat.

3. Pengabdian Masyarakat

Pengabdian kepada masyarakat biasanya dalam istilah akademik dikenal dengan sebutan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tujuan dari KKN tersebut untuk mengabdi kepada masyarakat, sasaran dari KKN adalah Mahasiswa dapat mengembangkan pemikiran berdasarkan ilmu teknologi dan dalam upaya menumbuhkan, mempercepat serta mempersiapkan kader-kader pembangunan. Agar mahasiswa dapat menjadi generasi yang siap pakai dan sekaligus calon penerus pembangunan daerahnya masing-masing. Begitu juga dengan Ikmamadina-Bogor harus dapat memberikan kontribusi pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan dengan adanya pengabdian Ikmamadina-Bogor kepada masyarakat akan memberikan manfaat besar dalam pembangunan yang merata di Mandailing Natal.

Solusi

Adapun solusi dari permasalahan di atas, menurut hemat penulis, Ikmamadina-Bogor harus menjadi organisasi yang modern, baik secara Administrasi maupun secara sistem. Administrasi harus sesuai dengan data base anggota Ikmamadina-Bogor yang sudah terdaftar. Dengan adanya database tersebut Ikmamadina-Bogor dapat melakukan ekspansi jaringan (networknya). Diharapkan pergerakannya dapat menjadi lebih masif, sehingga kader Ikmamadina-Bogor bukan hanya berkontribusi di wilayah Bogor saja namun dapat mencakup seluruh wilayah Indonesia.

Ikmamadina-Bogor sebagai organisasi Primordial harus menjadi pemersatu bagi semua kalangan, baik mahasiswa, pemerintah maupun masyarakat, sehingga Ikmamadina-Bogor turut andil dalam membantu mengurangi kesenjangan sosial dan  memajukan kesejahteraan masyarakat.

Di dalam AD/ART Ikmamadina-Bogor sudah saatnya perlu merevisi  konstitusinya, sebab ada beberapa pasal dengan bahasa yang kaku yang sudah tidak relevan dengan era sekarang. Seperti pada Bab IV Pasal 10 dan 11 mengenai kepengurusan dan Bab V Pasal 12 mengenai keuangan organisasi.

Yang tak kalah penting organisasi Ikmamadina-Bogor harus mempunyai keuangan mandiri dengan pengelolaan yang lebih optimal. Supaya kegiatan Ikmamadina-Bogor tidak mengandalkan berjalannya Proposal kepada Alumi ataupun Tokoh Masyarakat Mandailing Natal.

Dalam memajukan ekonomi masyarakat Ikmamadina-Bogor hadir sebagai solusi peningkatan roda perekonomian dan pendapatan masyarakat dengan cara membangun mitra kerja sama dalam bisnis. Misalnya masyarakat Mandailing Natal mempunyai produk baik itu makanan, minuman, pakaian dan lain- lain, Ikmamadina-Bogor dapat membantu untuk memasarkan produk tersebut, sekaligus memperkenalkan makanan maupun pakaian khas Daerah Mandailing Natal. Dengan mempergunakan media sosial ataupun event Ikmamadina-Bogor sudah menjadi sarana penjualan berbasis mitra dengan masyarakat.

Begitu pentingnya peranan Ikmamadina-Bogor sebagai organisasi primordial dan wadah pembelajaran serta pengabdian kepada masyarakat. Mengabdi kepada masyarakat adalah hal utama yang di cita-citakan Ikmamadina-Bogor demi membangun kesejahteraan masyarakat.
Untuk itu hemat penulis, pertama, mari kita kembalikan ruh pergerakan Ikmamadina-Bogor lebih kepada sosial kemasyarakatan. Mari kita luruskan niat dalam beroganisasi tak lain hanya untk mengabdi kepada masyarakat. Kedua, mari kita wujudkan cita-cita masyarakat yang sudah diabaikan. Ketiga, mari merawat dan menjaga segala hal yang sudah di perjuangkan dari awal pendirian Ikmamadina-Bogor.

Editor : ASN

Post Author: Khalil Gibran Syaukani