Latar Belakang

Latar Belakang Terbentuknya Ikmamadina-Bogor

Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal – Bogor (Ikmamadina-Bogor) merupakan organisasi mahasiswa yang bersifat kedaerahan dalam hal ini merupakan representasi dari organisasi mahasiswa/i yang berasal dan atau memiliki hubungan dan atau perduli dengan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Propinsi Sumatera Utara yang sedang menempuh pendidikan tinggi di daerah Bogor dan sekitarnya.

Pada Tahun 1998, UU No. 12 tentang pembentukan Kabapaten Mandailing Natal dan Kabupaten Toba Samosir telah disetujui DPR RI untuk diundangkan. Kabupaten Mandailing Natal merupakan pecahan dari Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dengan luas wilayah meliputi 1/4 luas wilayah Tapsel dan jumlah penduduk sekitar 450 ribu jiwa (1998) dan mencakup 8 kecamatan dengan Kota Panyabungan sebagai Ibukota Kabupaten.

Kabupaten Mandailing Natal sendiri secara formal baru diresmikan berdirinya pada tanggal 9 Maret 1999 dengan adanya pelantikan Pjs. Bupati Madina Bapak H. Amru Daulay, SH di Medan.

Selama Kabupaten Madina terbentuk dan diresmikan, mahasiswa/i yang berasal dari daerah Mandailing dan Pantai Barat masuk dalam wadah organisasi Imatapsel-Bogor -yang sudah berdiri sejak tahun 1963 ketika Institut Pertanian Bogor (IPB) berdiri- dengan jumlah anggota yang cukup banyak.

Dengan diresmikannya Kabupaten Mandailing Natal, timbul keinginan untuk membuat suatu wadah organisasi yang lebih fokus untuk menjadi sarana mengembangkan diri dan pengabdian kepada masyarakat yang lebih spesifik untuk Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Dan hal inipun akhirnya terwujud di tahun 2000 dengan terbentuknya Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal – Bogor atau yang disingkat Ikmamadina-Bogor.